makalahku10 - Makalah Bahasa Indonesia 4 Keterampilan berbahasa
Selamat berjumpa kembali di blog makalahku10.blogspot.com ,kali ini admin akan membahas mengenai makalah IPA yang berjudul Makalah Bahasa Indonesia 4 Keterampilan berbahasa ,yang mana makalah tersebut merupakan lanjutan dari makalah sebelumnya yaitu Peluang Bahasa Indonesia di Luar Negeri yang wajib kamu ketahui pada pada materi Berbahasa .Langsung saja mari kita simak makalah tersebut dibawah ini.
Keterampilan bahasa (language
skills) mencakup empat keterampilan berikut.
- Keterampilan
menyimak (listening skills)
- Keterampilan
berbicara (speaking skills)
- Keterampilan
membaca (reading skills)
- Keterampilan
menulis (writing skills)
Keempat keterampilan bahasa itu saling berkait satu sama
lain, sehingga untuk mempelajari salah satu keterampilan berbahasa, beberapa
keterampilan berbahasa lainnya juga akan terlibat.
class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;">
1.
Keterampilan menyimak (listening skills)
Menyimak
merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat
reseptif. Dengan demikian, menyimak tidak sekadar kegiatan mendengarkan tetapi
juga memahaminya. Ada dua jenis situasi dalam menyimak, yaitu situasi menyimak
secara interaktif dan situasi menyimak secara noninteraktif. Menyimak secara
interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan percakapan di telepon atau
yang sejenisnya. Dalam menyimak jenis ini, kita bergantian melakukan aktivitas
menyimak dan berbicara. Berikut ini adalah keterampilan-keterampilan mikro yang
terlibat ketika kita berupaya untuk memahami apa yang kita dengar, yaitu
pendengar harus mampu menguasai beberapa hal berikut:
- menyimpan/mengingat unsur bahasa yang didengar
menggunakan daya ingat jangka pendek (short-term memory);
- berupaya membedakan bunyi-bunyi yang membedakan
arti dalam bahasa target;
- menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada,
warna suara, intonasi, dan adanya reduksi bentuk-bentuk kata;
- membedakan dan memahami arti kata-kata yang
didengar;
- mengenal bentuk-bentuk kata khusus (typical
word-order patterns);
- mendeteksi kata-kata kunci yang mengidentifikasi
topik dan gagasan;
- menebak makna dari konteks;
- mengenal kelas-kelas kata (grammatical word
classes);
- menyadari bentuk-bentuk dasar sintaksis;
- mengenal perangkat-perangkat kohesif (recognize
cohesive devices);
2. Keterampilan berbicara (speaking
skills)
Berbicara
merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat
produktif. Sehubungan dengan keterampilan berbicara ada tiga jenis situasi
berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi
berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat
telepon yang memungkinkan adanya pergantian antara berbicara dan menyimak, dan
juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kita dapat meminta
lawan bicara memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian, ada pula
situasi berbicara yang semiinteraktif, misalnya alam berpidato di hadapan umum
secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan
interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar
dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat
dikatakan betul-betul bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melalui radio
atau televisi.
Berikut
ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara. Seorang
pembicara harus dapat:
- mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas
sehingga pendengar dapat membedakannya;
- menggunakan tekanan dan nada serta intonasi yang
jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami apa yang diucapkan
pembicara;
- menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata,
serta pilihan kata yang tepat;
- menggunakan register atau ragam bahasa yang
sesuai terhadap situasi komunikasi, termasuk sesuai ditinjau dari hubungan
antara pembicara dan pendengar;
- berupaya agar kalimat-kalimat utama (the main
sentence constituents) jelas bagi pendengar;
- berupaya mengemukakan ide-ide atau informasi
tambahan guna menjelaskan ide-ide utama;
- berupaya agar wacana berpautan secara selaras
sehingga pendengar mudah mengikuti pembicaraan.
3. Keterampilan membaca (reading
skills)
Membaca
merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat
reseptif. Keterampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah
dari keterampilan menyimak dan berbicara. Tetapi, pada masyarakat yang memiliki
tradisi literasi yang telah berkembang, sering kali keterampilan membaca
dikembangkan secara terintegrasi dengan keterampilan menyimak dan berbicara.
Keterampilan-keterampilan
mikro yang terkait dengan proses membaca yang harus dimiliki pembaca adalah:
- mengenal sistem tulisan yang digunakan;
- mengenal kosakata;
- menentukan kata-kata kunci yang
mengidentifikasikan topik dan gagasan utama;
- menentukan makna-makna kata, termasuk kosakata
split, dari konteks tertulis;
- mengenal kelas kata gramatikal: kata benda, kata
sifat, dan sebagainya;
- menentukan konstituen-konstituen dalam kalimat,
seperti subjek, predikat, objek, dan preposisi;
- mengenal bentuk-bentuk dasar sintaksis;
- merekonstruksi dan menyimpulkan situasi,
tujuan-tujuan, dan partisipan;
- menggunakan perangkat kohesif leksikal dan
gramatikal guna menarik kesimpulan-kesimpulan;
- menggunakan pengetahuan dan perangkat-perangkat
kohesif leksikal dan gramatikal untuk memahami topik utama atau informasi
utama
Baca juga makalah lain mengenai Peluang Bahasa Indonesia di Luar Negeri yang wajib kamu ketahui
Baca juga makalah lain mengenai Makalah Ekonomi Manajemen Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah
0 Response to "Makalah Bahasa Indonesia 4 Keterampilan berbahasa"
Post a Comment